Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan

19 Januari 2008

Genteng Bocor


Sebelumnya saya pikir, hujan sepertinya sudah mulai berlalu. Soalnya dua hari lalu, panas menyapa dengan agak galak. Jemari-jemari matahari yang menyentuh bumi, kadang menyengat bahkan tak jarang memanggang kulit.

Kemarin seharian saya beraktifitas di luar rumah. Ketemu sejumlah orang di berbagai tempat. Akhirnya di sore hari,begitu tiba di rumah, badan jadi agak lemas. Sepertinya karena panas yang lumayan oke, plus kurang minum, jadi dehidrasi.

Tak diduga, hari ini hujan lagi. Pagi tadi memang hanya rintik gerimis. Siang hujan deras banget. Lalu sore, hujan agak perlahan.

Praktis hari ini cuma nongkrong di rumah. Memang sempat ke luar, menuju pusat kota di jalan A. Y. Patty, untuk beli ember kecil. Tapi langsung pulang, karena itu ember untuk menadah tetesan hujan yang jatuh dari plafon yang gentengnya bocor.

Tik...tik...tik... Bunyi hujan di atas genteng. Airnya turun, tidak terkira. Lantai di rumah, basah semua. Hehehe.

11 Januari 2008

Cakar Bongkar




Di Ambon, bagi orang yang ekonominya menengah ke bawah, istilah 'cakar bongkar' cukup lekat dengan kehidupan mereka. Di daerah lain mungkin ada juga 'cakar bongkar.' Ini adalah tempat dijualnya pakaian bekas layak pakai. Umumnya diimport dari negara tetangga seperti Singapura. Karena barangnya diimport, maka tak jarang pakaian yang dijajakan di situ ada yang bermerek papan atas, sebut saja Hugo Bos atau Calvin Klein sebagai contohnya.


Bicara soal barang bermerek di cakar bongkar ini, saya jadi ingat tayangan infotainment, yang menceritakan perburuan beberapa orang artis ke kawasan pakaian bekas layak pakai di daerah Proyek Senen Jakarta. Ini mungkin salah satu kawasan pakaian 'cakar bongkar' terbesar di Jakarta. Dengan alasan barangnya masih bagus bahkan bermerek, maka si artis selalu menyempatkan berbelanja di situ. Setelah berbelanja dia lantas membawanya ke loundry untuk dicuci.


Di Ambon, mungkin ada orang berduit juga yang datang ke kawasan pakaian 'cakar bongkar' di daerah Pertokoan Mardika yang panjangnya sekitar 10 meter ini. Cuma karena gengsi, lebih banyak yang datang dengan sembunyi-sembunyi.

04 Januari 2008

Minyak Tanah Masih Langka


Sampai Jumat (4/1) ini, minyak tanah masih jadi barang langka di Ambon. Hampir di setiap kawasan di ibukota Provinsi Maluku ini, terlihat antrian warga yg ingin mendapatkan minyak. Ini salah satu antrian warga di Kawasan Ongko Liong, Desa Batu Merah Ambon.

Mengharap Sedekah

Mungkin sudah jadi pemandangan umum di hampir semua masjid di tanah air, setiap shalat Jumat tiba. Selain dipadati jamaah shalat Jumat, pelataran masjid juga diisi para gelandangan & pengemis ('gepeng'), seperti yg terlihat di pelataran Masjid Raya Al Fatah Ambon ini. Mereka datang dengan harapan mendapat rejeki dari orang yg datang shalat & mau berbagi sedekah. Kaum 'gepeng' di Ambon, dilihat secara sepintas jumlahnya meningkat beberapa tahun belakangan ini. Terutama pasca tragedi kemanusiaan yg melululantahkan Provinsi Maluku. Saat banyak orang kehilangan pekerjaan atau saat banyak anak kehilangan orang tua.